My Shakespeare Favourite's Line

Sekutu Binal

Kenalkan, namaku Arky Darmawan. Aku lahir di Jakarta pada tanggal 29 Desember sebelum Masehi. Aku adalah seorang jagoan neon, jagoan yang bukan sembarang jagoan. Dulu, waktu kecil, aku paling hobi diberi Milna. Iya, Milna. Aku memang bayi yang imut imut... Dahulu kala.
Namun semua ini berubah ketika aku menduduki bangku SMP. Ketika geng demi geng sedang marak dibicarakan, aku memendam kekuatan terbesarku. Bai de wey, seperti yang aku bilang tadi, aku memang jagoan. Jadi aku jago banget deh tuh berantem sama siapa aja insyaAllah dengan restu Khalik aku tak takut!
Waktu berjalan, akupun memasuki masa-masa tersulit dalam hidupku: SMA. SMA itu ibarat kata penis, guru-guru yang membuatnya acapkali keras. (HAYO DIAPAIN TUH GURUNYA!?)
Tapi tak apa, sekali lagi: aku jagoan. Aku memang jagoan sejati. Terus udah gitu...
Udah Ky, udah. Ini blog gue.
Eh, halo semuanya! Sori belom sempet ngesubmit part 3 cerita dibawah. Masih ada beberapa section yang harus diperbaiki. Jadi gini, sekarang gue pengen banget ngenalin salah satu dari sekian banyaknya SEKUTU BINAL...
Arky namanya. Dulu satu SMP sama gue, dan sekarang
Tadinya anak-anak pada segan sama dia, sampe akhirnya...
Di suatu hari, bersama beberapa SEKUTU BINAL lainnya, Arky menyantroni rumah gue. Rumah yang tidak bersalah itu diacak-acaknya, dihancurkannya, dengan memasang Andro sebagai kambing hitam (Ya, Andro memang hitam tapi bukan berarti dia kambing).

Pokoknya, tamat kiamat nasib rumah gue saat itu.
Lalu kami bercanda tawa, hingga naasnya, hujan turun. Waktu itu pukul enam sore. Adzan maghrib berkumandang dengan ganteng. Dan hujan semakin deras.
Akhirnya anak-anak terkurung di rumah gue. Menggigil kedinginan. Gue mengambil selimut, menyeduh susu cokelat, dan menyuruh Arky mengantarnya ke lantai atas. Dia memang gentle sekali saat itu. Sayang dia bau mulut.
Kami menyantap snack dengan nikmat kala itu. Hingga akhirnya petir melambai (bener gak sih pencitraannya? -_-) di sana sini. Kami semua takut dan menghambur ke dalam kamar sambil menggelar extra bed dan berkelakar dengan sederhana. Sesi curhat pertama dimulai dengan Medina, kami mendengar dengan serius. Lalu entah mengapa tiba-tiba Arky menyambar dengan mantap...
"Gue dulu punya kucing," katanya.
Serentak, kami semua mencodongkan badan. Penasaran akan cerita yang disampaikan Arky barusan.
"Ngapain sih lu semua!?" Ia sewot. "Yaa gitu deh, gue dulu punya kucing. Lucu gitu. Gua kemana-mana sama kucing gua. Pokoknya sohib dah."
"Teruskan, Arky." Gue mendramatisir sambil memilin ujung seprei yang entah kenapa mendadak berantakan.
"Yaa gitu... Gue dulu punya kucing lucu, manja, namanya..." Ia mengambil napas. "EMPUS..."
Semua orang speechless.
"Jadi dulu gua udah sahabatan banget dah sama dia, kemana-mana sama dia. Tapi bokap gua rada gak suka kucing, jadi waktu gua lagi sekolah, diem-diem dibuang itu kucing. Pas gua balik dari sekolah, gua galiat Empus dimana-mana. Pas gua tanya nyokap cuma bilang 'Lah gak tau...' gitu." Ia mengambil napas sebentar, kemudian berkata lagi. "Terus gua tau aja gitu kucing gua dibuang. Gua NANGIS EMPAT HARI... DIKAMAR..."
Kami menahan napas. Kemudian serentak tertawa ngakak dan itu bener-bener under control abis.
"LU TAU HAPE NOKIA KAN??? IYA... HAPE NOKIA YANG BISA BIKIN SLIDE SHOW... GUA SAMPE BIKIN FOTO EMPUS YANG GUA GABUNGIN JADI SATU DI SLIDESHOW ITU DAN TEBAK LAGUNYA APA... CINTA INI MEMBUNUHKU!"
Tawa kami makin membahana. Dan itu lebih dari lebay.
Pokoknya itu bener-bener some kind of laugh we can't even stop. Mengerikan.
Bayangin, Arky gitu loh, seorang Jendral, maenannya kucing namanya Empus pulak!? Aduh rontok lah keseganan kami semua. Btw, kalo penasaran bangetbangetbanget sama actual facenya boleh kok nyamper ke 34. Udah, cakkin aja. Karena ini udah jadi rahasia umum sebenernya...
Udah ah, jam 2 pas. Ciao.
Salam jedag jedug,

Rome

Is he teasing you with underage?
Could he be waving from a tropical sunset?
Static silhouette somehow
Single in his bed someday
Quiet till it falls, falls, falls
Rome, Rome, Rome, Rome
Focus looking forward the colosseum
Oh no! What did I say? What can I say?
Rome, Rome, many tears have fallen here
I'll be driving, you look the other way
It ain't easy to ignore
When your shutters are open all the way
When it's candlelight I see I go insane
Distant silhouette somehow
We shared a cigarette somewhere
Addict till it falls, falls, falls
Rome, Rome, Rome, Rome
Focus looking forward the colosseum
Oh no! What did I say? What can I say?
Rome, Rome, many tears have falling here
I'll be driving, you look the other way
Always and forevermore
I call to say I'm on the way
2000 years remain in a trash can
Let burn the cigarette somewhere
Ashes till it falls, falls, falls
I stand outside under broken leaves
I know I can't do without
The future's trying to wait
I've never loved you
And if I loved you
I wouldn't say that I'm sorry oh no
I stand outside under broken leaves
Always and forevermore
We're together dead and lonely
I thought I couldn't do this without you
Single in his bed somewhere
Ashes till it falls, falls, falls
Cerita Part 2
Jason Walker - What If I Told You
Part 3 is on the way ;)
Cerita Part 1
Namanya Angel. Matanya indah, menusuk. Caranya berkelakar, berjalan, membuatku berpikir mungkin dialah bidadari yang selama ini kucari. Terlepas dari statusnya sebagai cewek berlabel 'for fun' yang kerap menjadi perbincangan. Namun cinta membuatku gelap mata, dan mungkin tuli juga. Karena semakin mereka membicarakannya, semakin pula aku terjerumus dalam cinta itu. Mungkin cinta semacam black hole, atau mungkin aku saja yang berjiwa masochist. Entahlah. Yang jelas, aku benci menjadi narapidana bagi cinta itu. Sementara keadaan di sekelilingku adalah sel dingin dengan udara yang menusuk, yang bahkan tak sudi sedikitpun untuk kuhirup.
Sebuah Pencerahan, Bukan Keluh Kesah
Dan waktu menghapusnya dengan air mata
Ketika waktu bergulir bagai embun pagi yang menyejukkan dan menghapus sisa-sisa kehadiran malam
Aku tertegun, tapi tak juga menampik bahwa
Kepergianmu kurang lebih suatu tanda tanya yang anggun
Yang menyisakan sejuta gundah
Mengharuskanku tabah
Tapi aku tak sanggup,
Tak sanggup.
Tidak. Gua enggak sedang jatuh cinta sama siapa-siapa.
Kata-kata ini terlintas begitu aja ketika gua lagi bosen di angkot, sambil dengerin lagu Come Home-nya Sara Barellies sama OneRepublic.
Doakan, gua lagi UAS. Semoga semua berjalan lancar, dan yang terpenting, baik-baik saja.
Elephant
When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach so
She ran away in her sleep and dreamed of
Para-para-paradise, Para-para-paradise, Para-para-paradise
Every time she closed her eyes
When she was just a girl She expected the world
But it flew away from her reach
and the bullets catch in her teeth
Life goes on, it gets so heavy
The wheel breaks the butterfly
Every tear a waterfall
In the night the stormy night she'll close her eyes
In the night the stormy night away she'd fly
and dreams of
Para-para-paradise
Para-para-paradise
Para-para-paradise
And so lying underneath those stormy skies She'd say,
"Oh, ohohohoh I know the sun must set to rise..."
Seekor Ikarus
Buat gue, kalimat tersebut punya makna yang sangat mendalam... Walaupun gue gak tau Ikarus itu apaan, yang gue tau doi itu aves sekaligus apes.
Tapi gue punya beberapa pemikiran yang berhubungan tentang kisah Si Ikarus tadi.
Untuk orang yang mudah kalut, terbang itu impian. Mereka dapat mengepakkan sayap mereka selebar mungkin tanpa bisa terbang.
Untuk orang yang bijaksana, terbang itu suatu pilihan. Mereka tak akan mau asal jalan.
Untuk orang yang waspada, terbang berarti perhitungan. Mereka tidak akan terbang jauh, karena angin yang berhembus bisa membuat mereka jadi penyakitan.
Untuk orang yang bersemangat, terbang adalah tantangan. Setiap energi yang terbuang tidak akan menjadi sia, karena mereka punya asa.
Tapi yang paling penting... Dan yang paling mendasar...
Untung orang yang sedang jatuh cinta, terbang berarti siap jatuh. Kapan saja.
Jangan menjadi seekor Ikarus yang ambisius. Malang sekali nasibnya, bahkan sebelum ia sempat mendekati matahari itu, sayapnya sudah raib duluan. Ia jatuh dengan sangat tidak terhormat. Dibakar pula. Sakit lahir batin.
Untuk siapapun yang akan aku cintai nanti, semoga kau tidak menjadi seperti matahari itu.
pria-pria imajinernya
berlari, berteriak, tertawa
penuh sukacita di pinggir pantai
di alun-alun kehampaan, dalam kota yang tak bernyawa
ia merangkai rencana-rencana yang hanya diketahuinya seorang diri
betapa bodohnya ia! kalau saja ia tahu lebih awal tidak ada yang menginginkannya!
impian itu memanglah hina
tapi tak apa, karena pesakitan itu
membunuh waktu yang hidup dengannya
yang menyusup dalam darahnya
ketika impian itu musnah,
ingin pula ia kembali ke dalam tanah!
berteriaklah ia:
sebatang kara
aku hidup dalam duka cita
di dunia ini,
hanya ada aku dan derita!
PS: Gila, ini sajak paling emosional yang pernah gue bikin. Dan sebenernya bukan sajak, lebih ke curahan hati banget mengingat gue adalah orang yang sangat dreamy.
“Love is one big illusion, I should try to forget…” –MLTR
“Love is when you wanna kiss and you get bit…” –Jet
Nyari pacar ideal jaman sekarang, ibarat nyari angkot S12. Sebelumnya, mari gue jelaskan lebih lanjut mengenai angkot merah fenomenal ini. Sebagai juragan yang baik, gue tahu bahwa jurusan angkot ini adalah Lebak Bulus – Ragunan – Cipedak. Jam nariknya pun, tidak seperti angkot 61 yang tersedia selama 24 jam nonstop. Terbatas. Eksklusif. Hanya mau narik lima belas menit sekali, dengan atau tanpa penumpang sekalipun. Mendadakan bahwa ia adalah angkot yang tertib, taat, sungguh bukan main-main.
Terus? Kenapa teori ini disamain sama nyari pacar, Ta? Apa hubungannya?
Relax. Tenang dulu. Pembaca tentu tahu bahwa selama ini ambisi gue adalah: Lulus SMA -> Kawin. Tapi sekarang, karena gue udah beranjak dewasa dan bentar lagi bakal punya KTP nembak akhirnya gue memutuskan untuk mengubah rotasi hidup gue menjadi seperti ini: Lulus SMA -> PMDK -> Fakultas Filsafat/Psikologi -> Kerja Makmur -> Naik Haji Berjamaah Sama Ortu -> Keliling Dunia -> Perawan Tua.
Maka dari itulah, gue membuat filosofi-filosofi sederhana, dimana hanya gue sendirilah yang tahu darimana rimbanya. Seperti ini :
Nyari pacar yang baik, setia, dan gak neko-neko di jaman sekarang itu… mungkin seperti apa yang gue rasakan pas nyari angkot S12 setiap hari abis pulang sekolah. PASTI ADA, asal penumpangnya sabar dan mau nunggu. Kalo udah dapet, SEGERAKAN NAIK. Hukumnya wajib. Karena kalo sampe lo melewatkan kesempatan berharga itu, lo harus NUNGGU LAGI. Dan inget, jangan jadi orang yang rewel dan neko-neko dalam hal tunggu menunggu ini, karena itu bakal bikin si sopir bete, penumpang lain bete, menteri transportasi juga ikutan bete. Dan berikan ongkos secukupnya, yang cocok dengan penalaran berdasarkan jarak jauh-dekat. Jangan terlalu dermawan, apalagi terlalu pelit, dalam memberi ‘ongkos’ (dalam hal ini gue kategorikan sebagai ‘cinta’). Usahakan juga untuk bersikap normal sesama penumpang, normal maksud gue disini adalah bersikap biasa saja. Kenapa? Karena suatu saat lo harus sadar bahwa angkot tersebut bukan milik elo SEUTUHNYA.
Tapi yang paling penting, dalam keadaan apapun, selama masih dalam lingkup yang telah gue kondisikan tadi, angkop S12 maupun calon pacar lo yang baik pasti selalu ada disana: menunggu.
Gute Nacht!
Jakarta malam pukul 21:15 WIB
ditulis dengan segenap perasaan, sedikit penggalauan, dan secuil kenangan... akan angkot.

Now it's getting dark
And the sky looks sticky
More like black treacle than tar
Black treacle
Somebody told the stars
You're not coming out tonight
And so they found a place to hide...
Now I'm out of place
And I'm not getting any wiser
I feel like The Sundance Kid
Behind the synthesizer
And I tried last night
To pack away the laugh
Like a key under the mat
But it never seems to be there
When you want it...
God Loves Me!!!
Guys, it's been a hard day's night ever since I came to high school. Well, maybe I'm just a little bit 'surprised' and not getting used to my new school at first, but sooner I've just realized that my classmates aren't that bad. They're just simple, funny, and kind. Maybe with them, my junior life wouldn't be that bad. :)
But hey! I've realized that God loves me, too!
I don't believe I can say such words. But yeah that's true. I've been realizing it for some weeks after my final
Like this. Tomorrow is going to be my big goddamn day and I prayed to get period... So I won't fasting and get concentrate even more. Not that I hate fasting that much, I just can't think better when I'm hungry. Well that's kinda weird so come forget it.
And guess what? He fulfilled my wish.
Yesterday I had stomachache, kind of hurts but when I know that my wish come true, that pain feel just like the icing on the cake.
Ha. Ha. Ha. Oh, yes God, Velta loves you too.
Ha! It's already this late. So bye-bye.
PS: Do you feel like going to various places in this holiday? I DO!!!
Best Ballad Ever
Heaven from Hell,
Blue skys from pain.
Can you tell a green field
From a cold steel rail?
A smile from a veil?
Do you think you can tell?
And did they get you to trade
Your heros for ghosts?
Hot ashes for trees?
Hot air for a cool breeze?
Cold comfort for change?
And did you exchange
A walk on part in the war
For a lead role in a cage?
How I wish, how I wish you were here.
We're just two lost souls
Swimming in a fish bowl,
Year after year,
Running over the same old ground.
What have we found?
The same old fears.
Wish you were here.
OK now, this song reminds me of my old friends.
Who won't be the same, like I've known them before.
I know this may sounds weird. But I kinda miss the awkward part of them.
The side I'll never get mad with just like this.
And not to mention, arrogant side of me always want the opposite of everything.
So whenever I sit alone in the school's library, talk to myself when finished several of my books, I used to talk alone.
How I wish the old you were here.
10 Facts I Hate About Myself

Farewell Moment
"Velta, kecewa Bapak sama kamu."Gue langsung stuck. Gak bisa napak lagi. Gue yakin ini ada kaitannya dengan NEM."Ma-Maksud Bapak?""Iya, Bapak pernah ngajar Velta di kelas 7... Bapak tau loh, geblek-geblek gini *sialan* Velta gimana... Harusnya bisa dapet yang lebih dari ini kamu Nak."
Suck It And See

| No. | Title | Length |
|---|---|---|
| 1. | "She's Thunderstorms" | 3:55 |
| 2. | "Black Treacle" | 3:35 |
| 3. | "Brick By Brick" | 2:59 |
| 4. | "The Hellcat Spangled Shalalala" | 3:00 |
| 5. | "Don't Sit Down Cause I've Moved Your Chair" | 3:04 |
| 6. | "Library Pictures" | 2:22 |
| 7. | "All My Own Stunts" | 3:52 |
| 8. | "Reckless Serenade" | 2:43 |
| 9. | "Piledriver Waltz" | 3:24 |
| 10. | "Love Is a Laserquest" | 3:12 |
| 11. | "Suck It and See" | 3:46 |
| 12. | "That's Where You're Wrong" | 4:17 |
Anywhere But There
Teruntuk murid-murid jenjang akhir se-Indonesia, saat ini kalian pasti bingung dan was-was banget mau nerusin kemana. Gak masalah walaupun kalian anak SD, SMP, atau bahkan SMA. Kalo gue bukan bingung.
Gue udah mantap: gak mau sekolah di Jakarta. Dimanapun, asal jangan disitu. Jangan tanya apa alasannya sama gue, gue juga gak tau. Tapi kayaknya, gue kayak gitu karena empet tinggal disini. Pengen ngerasain hal yang ‘baru’. Karena selama ini, gue gak pernah hidup kepisah sama orangtua kecuali buat acara-acara kayak perpisahan atau nginep-nginep. Bisa dibilang, most of all, belajar mandiri adalah salah satu alasan kuat gue.
Tapi apa mau dikata, ternyata orangtua gue gak sepikiran sama gue. Nyokap, yang tadinya memandang gue dengan antusias, hanya bisa tertawa geli sambil menunjuk-nunjuk gue sarkastis: “Mandi sehari sekali aja gak becus!”
Gue shock. Dan niat gue untuk berkonfrontasi dengan bapak gue hilang seketika.
“Jadi, gue minjem uang ke temen gue yang super tajir untuk biaya hidup gue sebulan. Nah, bulan pertama itu akan gue gunakan buat nyari kerja part time. Lalu gue akan mencicil utang gue tersebut dengan halal. Setelah hidup gue mapan, gue akan kembali ke Tanah Air. Gue bakal beli komik yang banyak sebagai reward kerja keras.”
Tiba-tiba, setelah ngetik ini… Gue ketawa sendiri.
Gimana kagak, udah kerja capek-capek, niatnya beli komik pula. Tapi gak papa, ini adalah salah satu sketsa hidup gue yang keras. Yang tentu aja gak bakal bisa gue realisasikan sampe kapanpun, walau kekuatan Mak Erot bangkit lagi. Eniwei, tadi malem gue mimpi absurd banget.
Di sisi kanan gue, gue seperti melihat Tsukasa Ryoto. Eh, gue gak yakin itu Ryoto-kun apa bukan, karena bentuk wajahnya agak-agak mirip sama Usui. Yah, siapapun, yang penting ganteng. Sekarang gue ngerasain apa yang lo rasain, Keima. Punish me please, just once more in my dream. P.S: Ternyata ada enaknya juga jadi masochist.









