2012 LOOK

/ /
Mustard, Jade, and Rust.

Waist Silhouette


Tables and Lunar


Thick Sweaters


My Shakespeare Favourite's Line

/ /




"Love is a smoke made with the fume of sighs. Being purged, a fire sparkling in lovers eyes. Being vexed, a sea nourished with lovers tears. What is it else? A madness most discreet, a choking gall and a preserving sweet..."

Sekutu Binal

/ /


Kenalkan, namaku Arky Darmawan. Aku lahir di Jakarta pada tanggal 29 Desember sebelum Masehi. Aku adalah seorang jagoan neon, jagoan yang bukan sembarang jagoan. Dulu, waktu kecil, aku paling hobi diberi Milna. Iya, Milna. Aku memang bayi yang imut imut... Dahulu kala.

Namun semua ini berubah ketika aku menduduki bangku SMP. Ketika geng demi geng sedang marak dibicarakan, aku memendam kekuatan terbesarku. Bai de wey, seperti yang aku bilang tadi, aku memang jagoan. Jadi aku jago banget deh tuh berantem sama siapa aja insyaAllah dengan restu Khalik aku tak takut!

Waktu berjalan, akupun memasuki masa-masa tersulit dalam hidupku: SMA. SMA itu ibarat kata penis, guru-guru yang membuatnya acapkali keras. (HAYO DIAPAIN TUH GURUNYA!?)
Tapi tak apa, sekali lagi: aku jagoan. Aku memang jagoan sejati. Terus udah gitu...


Udah Ky, udah. Ini blog gue.
Eh, halo semuanya! Sori belom sempet ngesubmit part 3 cerita dibawah. Masih ada beberapa section yang harus diperbaiki. Jadi gini, sekarang gue pengen banget ngenalin salah satu dari sekian banyaknya SEKUTU BINAL...
Arky namanya. Dulu satu SMP sama gue, dan sekarang dengan amat sangat menyesal satu SMA lagi sama gue, sekelas pula. Dan soal biodata diatas, itu samasekali bukan rekayasa. Arky itu, kekuataanya diakuin semua orang. Udah gitu menurut pendapat gue, orangnya juga easy... Bukan, bukan easy going. Dia beneran easy alias murahan soalnya.
Tadinya anak-anak pada segan sama dia, sampe akhirnya...
Di suatu hari, bersama beberapa SEKUTU BINAL lainnya, Arky menyantroni rumah gue. Rumah yang tidak bersalah itu diacak-acaknya, dihancurkannya, dengan memasang Andro sebagai kambing hitam (Ya, Andro memang hitam tapi bukan berarti dia kambing).



aduh Tuhan aku gamau liat bokep ini tapi kayaknya seru juga uhhhm buka mata gakya?

Pokoknya, tamat kiamat nasib rumah gue saat itu.
Lalu kami bercanda tawa, hingga naasnya, hujan turun. Waktu itu pukul enam sore. Adzan maghrib berkumandang dengan ganteng. Dan hujan semakin deras.
Akhirnya anak-anak terkurung di rumah gue. Menggigil kedinginan. Gue mengambil selimut, menyeduh susu cokelat, dan menyuruh Arky mengantarnya ke lantai atas. Dia memang gentle sekali saat itu. Sayang dia bau mulut.
Kami menyantap snack dengan nikmat kala itu. Hingga akhirnya petir melambai (bener gak sih pencitraannya? -_-) di sana sini. Kami semua takut dan menghambur ke dalam kamar sambil menggelar extra bed dan berkelakar dengan sederhana. Sesi curhat pertama dimulai dengan Medina, kami mendengar dengan serius. Lalu entah mengapa tiba-tiba Arky menyambar dengan mantap...

"Gue dulu punya kucing," katanya.

Serentak, kami semua mencodongkan badan. Penasaran akan cerita yang disampaikan Arky barusan.

"Ngapain sih lu semua!?" Ia sewot. "Yaa gitu deh, gue dulu punya kucing. Lucu gitu. Gua kemana-mana sama kucing gua. Pokoknya sohib dah."

"Teruskan, Arky." Gue mendramatisir sambil memilin ujung seprei yang entah kenapa mendadak berantakan.

"Yaa gitu... Gue dulu punya kucing lucu, manja, namanya..." Ia mengambil napas. "EMPUS..."

Semua orang speechless.

"Jadi dulu gua udah sahabatan banget dah sama dia, kemana-mana sama dia. Tapi bokap gua rada gak suka kucing, jadi waktu gua lagi sekolah, diem-diem dibuang itu kucing. Pas gua balik dari sekolah, gua galiat Empus dimana-mana. Pas gua tanya nyokap cuma bilang 'Lah gak tau...' gitu." Ia mengambil napas sebentar, kemudian berkata lagi. "Terus gua tau aja gitu kucing gua dibuang. Gua NANGIS EMPAT HARI... DIKAMAR..."

Kami menahan napas. Kemudian serentak tertawa ngakak dan itu bener-bener under control abis.

"LU TAU HAPE NOKIA KAN??? IYA... HAPE NOKIA YANG BISA BIKIN SLIDE SHOW... GUA SAMPE BIKIN FOTO EMPUS YANG GUA GABUNGIN JADI SATU DI SLIDESHOW ITU DAN TEBAK LAGUNYA APA... CINTA INI MEMBUNUHKU!"

Tawa kami makin membahana. Dan itu lebih dari lebay.

Pokoknya itu bener-bener some kind of laugh we can't even stop. Mengerikan.

Bayangin, Arky gitu loh, seorang Jendral, maenannya kucing namanya Empus pulak!? Aduh rontok lah keseganan kami semua. Btw, kalo penasaran bangetbangetbanget sama actual facenya boleh kok nyamper ke 34. Udah, cakkin aja. Karena ini udah jadi rahasia umum sebenernya...


Udah ah, jam 2 pas. Ciao.

Salam jedag jedug,


Rome

/ /

Who's the boy you like the most
Is he teasing you with underage?
Could he be waving from a tropical sunset?
Static silhouette somehow
Single in his bed someday
Quiet till it falls, falls, falls

Rome, Rome, Rome, Rome
Focus looking forward the colosseum
Oh no! What did I say? What can I say?
Rome, Rome, many tears have fallen here
I'll be driving, you look the other way

It ain't easy to ignore
When your shutters are open all the way
When it's candlelight I see I go insane
Distant silhouette somehow
We shared a cigarette somewhere
Addict till it falls, falls, falls

Rome, Rome, Rome, Rome
Focus looking forward the colosseum
Oh no! What did I say? What can I say?
Rome, Rome, many tears have falling here
I'll be driving, you look the other way

Always and forevermore
I call to say I'm on the way
2000 years remain in a trash can
Let burn the cigarette somewhere
Ashes till it falls, falls, falls

I stand outside under broken leaves
I know I can't do without
The future's trying to wait
I've never loved you
And if I loved you
I wouldn't say that I'm sorry oh no
I stand outside under broken leaves


Always and forevermore
We're together dead and lonely
I thought I couldn't do this without you
Single in his bed somewhere
Ashes till it falls, falls, falls


brought to you by Phoenix

Cerita Part 2

/ /
Buat yang belom baca Part 1-nya, click here.

Angel

"Man! Maaan!" Gue mengibas-ngibaskan tangan di depan cowok jangkung itu sambil nyengir pasrah. Kepada Arman, sosok pendiam yang disegani banyak orang. Sedangkan gue, gak lebih dai sosok murahan yang dicemooh semua orang.

"Kenapa, Ngel? Mau tambah lagi kopinya?"

"Aduh, please deh... Lo kalo emang niat mau ngaso, pulang aja. Jangan bikin gue tambah bete." Arman cuma bisa mangut-mangut kayak orang bego sambil menopang kedua tangannya dibawah dagu.

"Kenapa sih, Ngel? Katanya tadi abis ngacungin Bintang?"

"Biasa, abis dikacungin minta lebih... Dikira gue cewek apaan. Penjahat kelamin dasar. Coba kalo kere, udah gue abisin kali!"

"Dari awal gue emang udah nyium gelagat gak bener kok," Arman terdiam sejenak. "Ngel, sampe kapan sih?"

"Sampe kapan apaan?"

"Sampe kapan kamu mau kayak gini terus? Jadi cewek yang love life-nya amburadul gak karuan? Yang diomongin orang-orang terus? Gak capek apa?"

Gue lalu berpikir keras. Iya juga yah, sampe kapan?

Arman

Faux pas.
Aku harusnya tahu betul, malaikat-ku itu bukanlah tipe orang yang memikirkan apapun yang orang lain katakan padanya, dia tipe-tipe orang penganut motto "IDGAF" yang bertebaran disana-sini dan melakukan semua hal yang mereka suka.
Ia hanya termenung sambil menyeruput kopinya yang mulai dingin, yang kutahu betul paling dibencinya, tetapi ia menikmatinya seakan kopi dingin itu lebih menarik daripada isi pembicaraan kami. Dan aku rasa memang lebih baik begitu.
Tiba-tiba, senyumnya merekah.

"Sebenernya gue udah mikir dari lama... Jadi gini, gimana kalo kita nyoba pacaran aja?"

Bak adegan sinetron kacangan, aku tersedak sampai sesak napas. Ia cuma menyeringai lebar seakan-akan idenya adalah ide maha dasyat, seakan-akan Tuhan telah memberinya wangsit untuk membaca pikiran orang dan pikiranku adalah pikiran pertama yang paling diminatinya.

"Alaaah, udahlah. Bukan serius-serius gitu kok, gue janji. Cuma mau rasain aja. Lagian lo gak suka beneran sama gue kan?"

Ingin rasanya aku menjadi bagian dari salah satu sinetron kampungan itu. Hanya saja, saat ini, aku ingin scene ini dibuat sedemikian rupa supaya aku tersedak sampai mati.

Angel

Arman emang freak. Mematung disaat gue melontarkan ide terkeren yang gue punya saat ini.
Selama ini, gue emang gak pernah pacaran. I don't like to commit or hook up with anybody else right now. Gue gak percaya sebuah relationship dapat membawa kita menuju jenjang hidup yang lebih baik, but let's see what's going to happen at last.

"Maaan, mau ya? Seminggu doang kok."

Ia hanya mengangguk pasrah sambil mengelap mulutnya. Gue bersorak penuh kemenangan dalam hati.

"Yaudah, gue balik dulu yaa, sampe ketemu besok!" Gue lalu pamit dan mencium pipinya.

Arman

Ngel, apa semua laki-laki yang deket sama kamu merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan saat ini?
Singkat tapi manis. Pedih tapi nikmat. Kombinasi yang aneh dan buruk rupa, tapi entah mengapa, aku senang. Aku senang mencicipi kelabu di mataku saat kau menghilang di balik etalase kafe yang makin padat. Aku merasa sendiri tapi aku senang.
Padahal, for God's sake, it's just a little kiss.

Aku serasa seperti berada di medan perang, terjatuh. Dan kau hadir di depanku sebagai sekutu, membawa senjata. Berulang kali kuucap kata biar kau membunuhku supaya rasa sakitku hilang, tapi nyatanya kau membalut luka yang menganga itu dan berharap aku akan merasa lebih baik dari sebelumnya.
Tapi tidak. Kau salah.
Karena aku memilih mengakhiri rasa sakit itu daripada perasaan tersebut makin menyiksaku lebih parah dari yang sebelumnya.
So why don't you just pull the trigger, Ngel?

What if I told youWho I really wasWhat if I let you in on my charade?

What if I told youWhat was really going onNo more masks and no more parts to play

Theres so much I want to sayBut Im so scared to give awayEvery little secret that I hide behindWould you see me differently?And would that be such a bad thingI wonder what it would be likeIf I told you
Jason Walker - What If I Told You
Part 3 is on the way ;)

Cerita Part 1

/ /
Arman

Namanya Angel. Matanya indah, menusuk. Caranya berkelakar, berjalan, membuatku berpikir mungkin dialah bidadari yang selama ini kucari. Terlepas dari statusnya sebagai cewek berlabel 'for fun' yang kerap menjadi perbincangan. Namun cinta membuatku gelap mata, dan mungkin tuli juga. Karena semakin mereka membicarakannya, semakin pula aku terjerumus dalam cinta itu. Mungkin cinta semacam black hole, atau mungkin aku saja yang berjiwa masochist. Entahlah. Yang jelas, aku benci menjadi narapidana bagi cinta itu. Sementara keadaan di sekelilingku adalah sel dingin dengan udara yang menusuk, yang bahkan tak sudi sedikitpun untuk kuhirup.

Yeah, man. Whatever. Yang jelas aku selalu siap mendengarkan segala macam keluh kesahnya tentang berbagai macam pria yang sempat mampir dalam hidupnya tanpa dapat memadamkan api yang membakar hatiku barang sebentar saja, yang tidak pernah ia sadari pula. Insane?

Bukankah cinta memang begitu?

Angel

Life is like a box of chocolate. You never know what you gonna get.
Begitu kata Forrest Gump. Tapi gue rasa, gue perlu meralat beberapa hal disini. Buat gue, life is like a box of condoms. You always know what you gonna get, but you still pretend like you'll bear every responsibilities in it. You keep on going because of your own desire. So what's the fucking point of this, mate? Nothing.
Life is nothing but to suffer.
And I meant it. Ketika semua orang di sekeliling lo play their own masks, you can do nothing but do the same. Tapi lo bukan expert, lo orang yang terbiasa menunjukkan sisi diri elo yang sebenarnya, dan gak semua orang bisa nerima itu. Gue benci komitmen, sementara orang-orang di sekeliling gue anjing semua. Mereka ngomong seenak jidat mereka tentang betapa murahnya gue, betapa gobloknya laki-laki yang mau gue porotin duitnya, dan betapa heartless-nya gue saat mereka tunduk di bawah kaki gue tapi gak gue hirauin.

Sebodo amat lah! Persetan sama semuanya. Yang jelas, ditengah kebisingan kata-kata orang yang memekakkan telinga itu, masih ada seseorang yang mau mendengar keluh kesah gue dengan tulus. Arman. Tapi terkadang, satu lelaki saja tidak cukup, sel-sel dalam tubuh gue mengingkan lebih dan lebih. Dan gue gak cukup pintar untuk menyembunyikan hasrat gue yang naudzubillah itu.
I need a doctor... To bring me back to life.

Arman

"Kopi, Mas?" suara waitress memudarkan lamunanku. Ia lalu mendengarkan pesananku dengan hikmat dan berlalu. Sesaat, keadaan makin hening. Kutengok kaca bagian luar kafe yang mulai berembun akibat hujan musiman, lalu malaikat-ku datang.

"Eh, udah lama?" tanyanya sambil meletakkan tas dengan anggun. Aku bahkan sudah hapal wangi parfumnya.

"Enggak.... Dianter sama siapa tadi?"

"Biasa, Bintang. Udah resmi jadi kacung gue dia sekarang, hahaha."
Aku senang melihatnya tertawa lepas, walaupun joke yang ia lontarkan padaku saat ini tidak lucu. Aku hanya senang merasakan kedamaian dari suara lembutnya yang tidak pernah dibuat-buat...

"Gile, berat amat bacaan lo." Ia melihat The Economist terpampang jelas di sudut meja, mengambilnya, lalu melipatnya. "C'mon, sesekali hidup santai lah. Stress sendiri gue liat lo dan 'kuliah subuh' lo tiap hari... Cari cewek gih."

"Belom waktunya aja."

"Apa lo bilang? Belom waktunya? Haha! Ya gak usah diseriusin lah tolol. Maenin aja. Cari asiknya."

"Aku bukan kamu, Ngel."

Angel hanya nyengir lebar memamerkan gigi-giginya yang lucu, sementara aku membatu. Ia menyulut rokoknya dengan santai sambil memesan segelas moccachino.

Kawan tentu ingat, magnet hanya dapat saling tarik menarik saat kedua kutubnya saling berlawanan. Aku sang Utara, dan Angel sang Selatan. Kami berbeda dalam berbagai hal. Tapi aku merasa beruntung dengan perbedaan itu, karena sekarang Angel adalah Selatan-ku yang ku rengkuh. Tak sudi kulepas lagi.

Is it just me who feel it that way?

*****

Lanjutannya gue tulis besok. Ngantuk berat.

Sebuah Pencerahan, Bukan Keluh Kesah

/ /
Ketika cinta hadir tanpa berkata-kata
Dan waktu menghapusnya dengan air mata

Ketika waktu bergulir bagai embun pagi yang menyejukkan dan menghapus sisa-sisa kehadiran malam

Aku tertegun, tapi tak juga menampik bahwa
Kepergianmu kurang lebih suatu tanda tanya yang anggun

Yang menyisakan sejuta gundah
Mengharuskanku tabah
Tapi aku tak sanggup,
Tak sanggup.

Tidak. Gua enggak sedang jatuh cinta sama siapa-siapa.
Kata-kata ini terlintas begitu aja ketika gua lagi bosen di angkot, sambil dengerin lagu Come Home-nya Sara Barellies sama OneRepublic.
Doakan, gua lagi UAS. Semoga semua berjalan lancar, dan yang terpenting, baik-baik saja.

Elephant

/ /



When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach so
She ran away in her sleep and dreamed of

Para-para-paradise, Para-para-paradise, Para-para-paradise
Every time she closed her eyes


When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
and the bullets catch in her teeth
Life goes on, it gets so heavy
The wheel breaks the butterfly

Every tear a waterfall
In the night the stormy night she'll close her eyes
In the night the stormy night away she'd fly

and dreams of

Para-para-paradise

Para-para-paradise

Para-para-paradise


And so lying underneath those stormy skies She'd say,
"Oh, ohohohoh I know the sun must set to rise..."

Seekor Ikarus

/ /
Gue pernah baca kutipan di Conan #62 yang kira - kira begini bunyinya :

Jangan seperti Ikarus, terbang terlalu tinggi, hingga sayapnya terbakar matahari.

Buat gue, kalimat tersebut punya makna yang sangat mendalam... Walaupun gue gak tau Ikarus itu apaan, yang gue tau doi itu aves sekaligus apes.

Tapi gue punya beberapa pemikiran yang berhubungan tentang kisah Si Ikarus tadi.

*****

Untuk orang yang mudah kalut, terbang itu impian. Mereka dapat mengepakkan sayap mereka selebar mungkin tanpa bisa terbang.

Untuk orang yang bijaksana, terbang itu suatu pilihan. Mereka tak akan mau asal jalan.

Untuk orang yang waspada, terbang berarti perhitungan. Mereka tidak akan terbang jauh, karena angin yang berhembus bisa membuat mereka jadi penyakitan.

Untuk orang yang bersemangat, terbang adalah tantangan. Setiap energi yang terbuang tidak akan menjadi sia, karena mereka punya asa.

Tapi yang paling penting... Dan yang paling mendasar...

Untung orang yang sedang jatuh cinta, terbang berarti siap jatuh. Kapan saja.
Jangan menjadi seekor Ikarus yang ambisius. Malang sekali nasibnya, bahkan sebelum ia sempat mendekati matahari itu, sayapnya sudah raib duluan. Ia jatuh dengan sangat tidak terhormat. Dibakar pula. Sakit lahir batin.

Untuk siapapun yang akan aku cintai nanti, semoga kau tidak menjadi seperti matahari itu.
/ /
seorang pesakitan bermain dengan
pria-pria imajinernya
berlari, berteriak, tertawa
penuh sukacita di pinggir pantai
di alun-alun kehampaan, dalam kota yang tak bernyawa
ia merangkai rencana-rencana yang hanya diketahuinya seorang diri
betapa bodohnya ia! kalau saja ia tahu lebih awal tidak ada yang menginginkannya!

impian itu memanglah hina
tapi tak apa, karena pesakitan itu
membunuh waktu yang hidup dengannya
yang menyusup dalam darahnya

ketika impian itu musnah,
ingin pula ia kembali ke dalam tanah!
berteriaklah ia:

sebatang kara
aku hidup dalam duka cita
di dunia ini,
hanya ada aku dan derita!


PS: Gila, ini sajak paling emosional yang pernah gue bikin. Dan sebenernya bukan sajak, lebih ke curahan hati banget mengingat gue adalah orang yang sangat dreamy.
/ /

“Love is one big illusion, I should try to forget…” –MLTR

“Love is when you wanna kiss and you get bit…” –Jet

Nyari pacar ideal jaman sekarang, ibarat nyari angkot S12. Sebelumnya, mari gue jelaskan lebih lanjut mengenai angkot merah fenomenal ini. Sebagai juragan yang baik, gue tahu bahwa jurusan angkot ini adalah Lebak Bulus – Ragunan – Cipedak. Jam nariknya pun, tidak seperti angkot 61 yang tersedia selama 24 jam nonstop. Terbatas. Eksklusif. Hanya mau narik lima belas menit sekali, dengan atau tanpa penumpang sekalipun. Mendadakan bahwa ia adalah angkot yang tertib, taat, sungguh bukan main-main.
Terus? Kenapa teori ini disamain sama nyari pacar, Ta? Apa hubungannya?

Relax. Tenang dulu. Pembaca tentu tahu bahwa selama ini ambisi gue adalah: Lulus SMA -> Kawin. Tapi sekarang, karena gue udah beranjak dewasa dan bentar lagi bakal punya KTP nembak akhirnya gue memutuskan untuk mengubah rotasi hidup gue menjadi seperti ini: Lulus SMA -> PMDK -> Fakultas Filsafat/Psikologi -> Kerja Makmur -> Naik Haji Berjamaah Sama Ortu -> Keliling Dunia -> Perawan Tua.

Maka dari itulah, gue membuat filosofi-filosofi sederhana, dimana hanya gue sendirilah yang tahu darimana rimbanya. Seperti ini :

Nyari pacar yang baik, setia, dan gak neko-neko di jaman sekarang itu… mungkin seperti apa yang gue rasakan pas nyari angkot S12 setiap hari abis pulang sekolah. PASTI ADA, asal penumpangnya sabar dan mau nunggu. Kalo udah dapet, SEGERAKAN NAIK. Hukumnya wajib. Karena kalo sampe lo melewatkan kesempatan berharga itu, lo harus NUNGGU LAGI. Dan inget, jangan jadi orang yang rewel dan neko-neko dalam hal tunggu menunggu ini, karena itu bakal bikin si sopir bete, penumpang lain bete, menteri transportasi juga ikutan bete. Dan berikan ongkos secukupnya, yang cocok dengan penalaran berdasarkan jarak jauh-dekat. Jangan terlalu dermawan, apalagi terlalu pelit, dalam memberi ‘ongkos’ (dalam hal ini gue kategorikan sebagai ‘cinta’). Usahakan juga untuk bersikap normal sesama penumpang, normal maksud gue disini adalah bersikap biasa saja. Kenapa? Karena suatu saat lo harus sadar bahwa angkot tersebut bukan milik elo SEUTUHNYA.

Tapi yang paling penting, dalam keadaan apapun, selama masih dalam lingkup yang telah gue kondisikan tadi, angkop S12 maupun calon pacar lo yang baik pasti selalu ada disana: menunggu.

Gute Nacht!


Jakarta malam pukul 21:15 WIB

ditulis dengan segenap perasaan, sedikit penggalauan, dan secuil kenangan... akan angkot.

/ /


Now it's getting dark
And the sky looks sticky
More like black treacle than tar
Black treacle
Somebody told the stars
You're not coming out tonight
And so they found a place to hide...

Now I'm out of place
And I'm not getting any wiser
I feel like The Sundance Kid
Behind the synthesizer
And I tried last night
To pack away the laugh
Like a key under the mat
But it never seems to be there
When you want it...

God Loves Me!!!

/ /
I'm back with nothing I can say.

Guys, it's been a hard day's night ever since I came to high school. Well, maybe I'm just a little bit 'surprised' and not getting used to my new school at first, but sooner I've just realized that my classmates aren't that bad. They're just simple, funny, and kind. Maybe with them, my junior life wouldn't be that bad. :)

But hey! I've realized that God loves me, too!
I don't believe I can say such words. But yeah that's true. I've been realizing it for some weeks after my final destination examination. Since back then, I got so many wishes that would be barely come true!

Like this. Tomorrow is going to be my big goddamn day and I prayed to get period... So I won't fasting and get concentrate even more. Not that I hate fasting that much, I just can't think better when I'm hungry. Well that's kinda weird so come forget it.

And guess what? He fulfilled my wish.
Yesterday I had stomachache, kind of hurts but when I know that my wish come true, that pain feel just like the icing on the cake.

Ha. Ha. Ha. Oh, yes God, Velta loves you too.

Ha! It's already this late. So bye-bye.

PS: Do you feel like going to various places in this holiday? I DO!!!

Best Ballad Ever

/ /
So, so you think you can tell
Heaven from Hell,
Blue skys from pain.
Can you tell a green field
From a cold steel rail?
A smile from a veil?
Do you think you can tell?

And did they get you to trade
Your heros for ghosts?
Hot ashes for trees?
Hot air for a cool breeze?
Cold comfort for change?
And did you exchange
A walk on part in the war
For a lead role in a cage?

How I wish, how I wish you were here.
We're just two lost souls
Swimming in a fish bowl,
Year after year,
Running over the same old ground.
What have we found?
The same old fears.
Wish you were here.

Pink Floyd - Wish You Were Here


OK now, this song reminds me of my old friends.
Who won't be the same, like I've known them before.
I know this may sounds weird. But I kinda miss the awkward part of them.
The side I'll never get mad with just like this.
And not to mention, arrogant side of me always want the opposite of everything.
So whenever I sit alone in the school's library, talk to myself when finished several of my books, I used to talk alone.
How I wish the old you were here.

10 Facts I Hate About Myself

/ /
1. Bad Temper
I'm bad at controlling myself. I have no idea why.

2. Desirable
How did you feel when you can't even buy the thing you want, because there are so many things trapped in your mind and they should be done on your waiting list? Nah!

3. Trick or Treat?
Dislike this one. Makes me look like baka.

4. Masochist
I hate to confess, but yeah, punish me.

5. Social Phobia
Wait... It may sounds weird for some people, but I do. I do feel something weird on my head when there are so many people around. I feel like I want to crumble with ground and disappear just like, forever.

6. Eat 24/7
I wouldn't have to describe more, it's me who can't defend it.

7. Bored and Boring
I thought I was being such a boring person when I bored. Wonder?

8. The Lazy Ones
Who doesn't?

9. Ignorant
Well I feel like I need to explain this.
I'm not that kind of girl who'd sad if my crush wasn't being able to love me back, or accompany me, or some kind of things you'd care about.
If people hate me, I won't shout back.
When I'm lonely, I'm just chilling around and pretend like I was cooler than other. No, I won't tweeted it just to get attention :)
That's what I cared about.
I'm just letting it go, that's just how it works.
Man how I hate real world.

10. Handsome Fetish!
LMAO this one goes crazy! I can spent the entire day looking for some kawaii boys anime pic or fanservice and laughing to myself in the next day.
But with a smile like this, how can I not smile back?


Farewell Moment

/ /
Yippie.

I'm back after all, setelah agak lama vakum akibat urusan kelulusan dan sebagainya. Lo harus tau men, gue bener-bener dikerjain sama guru pas pengumuman. Jadi, pengumuman gue itu dibarengin sama perpisahan. Pukul 10:00 WIB kan waktu sahnya tuh, jadi sesampainya di hotel, kita langsung ngumpul di Lobby buat nerima kertas nilai bajingan. Tapi sebelumnya, sekitar jam 8-an kita mampir dulu di rest area. Berhubung gue gak bisa banget lepas dari buku barang beberapa jam aja, langsung nyari tempat jualan buku tuh. Eh gue dicegat sama Supriyanto, guru TIK gue pas kelas 7 yang entah kenapa tiba-tiba menjabat di TU.

"Velta, kecewa Bapak sama kamu."
Gue langsung stuck. Gak bisa napak lagi. Gue yakin ini ada kaitannya dengan NEM.
"Ma-Maksud Bapak?"
"Iya, Bapak pernah ngajar Velta di kelas 7... Bapak tau loh, geblek-geblek gini *sialan* Velta gimana... Harusnya bisa dapet yang lebih dari ini kamu Nak."

Gue gemeteran. Demi apapun gue gemeteran. Mendadak gue bersyukur gue gak ngajak bokap nyokap wisuda. Dengan agak sinetron, gue berlari menuju bus, meninggalkan guru yang maap-maap saja belangsat sekali sampe-sampe gue mau kencing aja gak jadi.
Sepanjang perjalanan, gue meronta-ronta dengan ajibnya sampe-sampe semua orang di bus aja tau banget gue kalo lagi stress kayak gimana. Pokoknya kalo kata anak muda jaman sekarang mah, 94L4U 4B1Z.
Perjalanan neraka itu ngebuat gue berpikir sarkastis, dan berharap kalo bus ini jatoh ke jurang sehingga gue gak perlu mengecewakan orangtua gue lebih parah lagi. Tapi ternyata, karena gak jadi jatoh ke jurang, akhirnya beberapa lama kemudian nyampelah kita.
Disana si Supriyanto lagi asyik-asyik moto pemandangan dengan tatapan kagak berdosa sama sekali. Gue, bener-bener udah pasrah. "Ah, STM aja dah gue ini mah." Gue berkata dalam hati sambil nyabutin rumput.
Di halaman depan Lobby, udah panas, pake ada acara countdown segala pula. Gue udah H2C bet. Mana belakang gue Fadil, Fadel, sama Sipe pulak. Lah tambah panas hawanya. Pas dibuka...

Mendadak seperti adegan slow down dalam pilem pilem hollywood, semuanya ngacungin kertas ke atas. Ada yang nangis, ketawa, ada juga yang biasa aja. Gue melihat NEM yang tertera di kertas bener-bener satisfied. Tapi akibatnya, gue keliatan dongo parah.
Gue ngelirik ke sekeliling. Kayaknya asyik nih kalo ada yang bisa ditampol. Eh, tau-tau ada Supri.

"Bapak oro ngene ngene toh! NEM saya bagus juga! Siake, dikerjain gue! Dasar wedus guembhel!"
"Wakakakaka! Kan sudah Bapak bilang, Bapak maunya kamu dapet NEM 40. Kalo 38an kayak gini sih, Bapak juga bisa..." Terus katanya, "NEM yang pertama Bapak liat si Velta lho... Suwer!"
Gue terharu mendengarnya. Ingin rasanya gue memeluk Pak Supri, kalo aja beliau gak bau ketek.

Gue izin pamit dan undur diri. Setelahnya, acara kita tergolong sukses kok. Mulai prosesi wisuda yang amit-amit lamanya itu, ada band Voiceless 'N Soulastic yang bikin acara tambah rame. Maleman dikit, JSS sama JJS battle dan itu sugoii banget. Two thumbs up deh buat 32. Yare yare. Nah menjelang pagi, gue ngadain acara uji nyali di gedung tua sekitar hotel. And that was exciting! Gue bener-bener suka ngerasain hawa dingin yang menerpa Bandung plus gedung yang arsitekturnya udah ancur bagai gak terurus. Gue enjoy banget malem itu, cuma suara di belakang gue kayaknya pada shollawatan tuh... Sampe gue ngakak sendiri dengernya. Abis itu gue curhat dadakan sama Abyan dkk. dan itu seru banget.

Pokoknya gitu lah. Gak bakal gue lupain tiga tahun yang udah gue lewatin sama angkatan gue yang satu ini. Many things happened.

Sayonara Sayonara... Sampai berjumpa lagi :)

Suck It And See

/ /

Bingo, here's our beloved Arctic Monkeys 4th Album, Suck It And See.
Semua lagu yang ada disini murni ditulis sama Alexander David Turner, ya, gue memang lebih baik binasa karena mementingkan perasaan pribadi diatas kepentingan umum. Hehe. Tapi kalo boleh promosi, lagu-lagu yang ditulis sama doi emang super banget. Gak usah jauh-jauh deh, belakangan ini doi nulis lagu buat soundtrack film Submarine (yang sialnya gak pernah ditayangin di bioskop sini, asdfghjkl!)

Baru resmi rilis 6 Juni 2011, tapi gue sempet dengerin semua track nya lewat Youtube Dan menurut gue cepat atau lambat video ini bakal diboikot sama Domino Records, karena gak nyertain nama company mereka dan lagipula, albumnya aja belom keluar.
Tapi gue sangat sangat sangat puas dengernya. Ada yang bilang, there's something wrong sama Brick By Brick. Iya sih, emang rocknya 'gak-AM-banget' tapi dibilang ancur juga enggak kok.

TRACKLIST

No.TitleLength
1."She's Thunderstorms" 3:55
2."Black Treacle" 3:35
3."Brick By Brick" 2:59
4."The Hellcat Spangled Shalalala" 3:00
5."Don't Sit Down Cause I've Moved Your Chair" 3:04
6."Library Pictures" 2:22
7."All My Own Stunts" 3:52
8."Reckless Serenade" 2:43
9."Piledriver Waltz" 3:24
10."Love Is a Laserquest" 3:12
11."Suck It and See" 3:46
12."That's Where You're Wrong" 4:17

Dan ini video yang bisa lo stream terlebih dahulu, karena gak pake gambar yang berat, jadi pasti proses streamingnya bakal lebih cepet dibanding live version.
*liat sidebar kiri youtubenya, disana ada satu album lengkap. tinggal loncat-loncat aja.



WRITER'S COMMENT

Overall, semuanya perfect. Tapi kalo kalian mau tau lagu yang paling gue suka dari sini, ya gak lain gak bukan Piledriver Waltz.

I heard an unhappy ending
It sort of sounds like you leaving
I heard the piledriver waltz
It woke me up this morning

*Request udah gue terima di e-mail gue. Beberapa pengen gue muat Dorama Korea. Mungkin di lain kesempatan gue bakal coba nulis, ya. Thanks. Saran tetep ditunggu, etaetong@gmail.com. Babay!

Anywhere But There

/ /
Ah, ohayo perverted diluar sana!

Teruntuk murid-murid jenjang akhir se-Indonesia, saat ini kalian pasti bingung dan was-was banget mau nerusin kemana. Gak masalah walaupun kalian anak SD, SMP, atau bahkan SMA. Kalo gue bukan bingung.

Gue udah mantap: gak mau sekolah di Jakarta. Dimanapun, asal jangan disitu. Jangan tanya apa alasannya sama gue, gue juga gak tau. Tapi kayaknya, gue kayak gitu karena empet tinggal disini. Pengen ngerasain hal yang ‘baru’. Karena selama ini, gue gak pernah hidup kepisah sama orangtua kecuali buat acara-acara kayak perpisahan atau nginep-nginep. Bisa dibilang, most of all, belajar mandiri adalah salah satu alasan kuat gue.

Tapi apa mau dikata, ternyata orangtua gue gak sepikiran sama gue. Nyokap, yang tadinya memandang gue dengan antusias, hanya bisa tertawa geli sambil menunjuk-nunjuk gue sarkastis: “Mandi sehari sekali aja gak becus!”

Gue shock. Dan niat gue untuk berkonfrontasi dengan bapak gue hilang seketika.

Sedihnya, niat itu hilang justru ketika gue sedang semangat-semangatnya. Dan akal busuk seperti inilah yang ada di kepala gue saat ini :

“Jadi, gue minjem uang ke temen gue yang super tajir untuk biaya hidup gue sebulan. Nah, bulan pertama itu akan gue gunakan buat nyari kerja part time. Lalu gue akan mencicil utang gue tersebut dengan halal. Setelah hidup gue mapan, gue akan kembali ke Tanah Air. Gue bakal beli komik yang banyak sebagai reward kerja keras.”

Tiba-tiba, setelah ngetik ini… Gue ketawa sendiri.
Gimana kagak, udah kerja capek-capek, niatnya beli komik pula. Tapi gak papa, ini adalah salah satu sketsa hidup gue yang keras. Yang tentu aja gak bakal bisa gue realisasikan sampe kapanpun, walau kekuatan Mak Erot bangkit lagi. Eniwei, tadi malem gue mimpi absurd banget.

Pertama, gebetan gue yang dulu (Gue udah gak demen cowok 3D lagi kan? Jadi, gak usah ditanya gue masih suka ama doi apa enggak) tiba-tiba pergi ke suatu ruangan. Di ruangan itu ada gue, beserta temen-temen yang jumlahnya bisa diitung pake jari lah pokoknya. Nah, karena di mimpi gue pun gue hyper, gue keluar buat nyari angin. Pas masuk, mantan gebetan gue itu lagi pegangan tangan sama cewek cantik. Terus gue ketawa aja, dan gue keluar ruangan, nyari temen gue si Kukung buat ngegosip. Ternyata dia ada di deket tangga, pas gue samperin, dia udah gak ada.

Bahkan di mimpi gue pun, dia masih berbentuk makhluk halus.

Akhirnya gue bersender di dinding koridor (Belakangan gue baru sadar kalo sebelum tidur gue sempet nonton Putri yang Ditukar dulu) sambil memasrahkan diri. Gue ketawa, terus diem. Terus ketawa lagi, terus diem lagi. Nah, disaat itulah, gue seperti melihat cowok-cowok anime gue datang memberi dukungan pada masa depan gue yang terlanjur suram terancam punah cerah ini. Gue sempet merasa ini kayak adegan terakhir di The World God Only Knows season 1, tapi semuanya kayak real. Bahkan bangun dari tidur pun gue gak sempet ngiler.

Di sisi kanan gue, gue seperti melihat Tsukasa Ryoto. Eh, gue gak yakin itu Ryoto-kun apa bukan, karena bentuk wajahnya agak-agak mirip sama Usui. Yah, siapapun, yang penting ganteng. Sekarang gue ngerasain apa yang lo rasain, Keima. Punish me please, just once more in my dream. P.S: Ternyata ada enaknya juga jadi masochist.

Pokoknya mimpi gue tadi malam itu berujung pada satu kesimpulan absolut : Cowok 3D > Cowok 2D. Dari sisi manapun.

Pokoknya gue mau mimpi kayak gitu lagi! Ini pasti blasteran antara sinetron dan Kimi Ni Todoke yang gue tonton tadi malem. Mungkin malem selanjutnya akan gue isi dengan nonton Buser, Masih Dunia Lain, dan Orelmo. Pasti hasilnya fantastis banget.

What do you think?

Tadaimaaa!

/ /
Kalian semua tau kan, betapa sibuknya gue.
Iya, gue orang sibuk. Sampe sombong banget sama blog gue sendiri.

Hiks, oke. Bingo. Gue gak sibuk, cuma gak tau apa yang harus ditulis *seperti biasa* karena hopeless romantic di luar sana mungkin menunggu postingan gue yang bombastis ini... I'm not looking forward to write it down.

Sebenernya, postingan gue kali ini bakal cukup bermanfaat buat pembaca wanita. Hmm... Cowok juga, sih. Karena postingan gue kali ini mengandung unsur Bishonen sekaligus Moe.
Seperti yang kalian semua tau, pemilik blog ini tidak lain dan tidak bukan adalah fetish sejati. Gampang banget tertarik sama hal-hal yang eyecatching, mengandung unsur 'keindahan' yang bahkan gak bisa gue jelasin *ya, gue memang brengsek* dan gak lupa, unreal.

Let's just say gue udah gak tertarik sama semua cowok di dunia.
Gue lagi in love banget sama cowok-cowok di tumpukan komik gue... di koleksi anime gue... di kumpulan poster gue... ok, let's just say that's quite enough.
Gue udah bermetamorfosis dari seorang manusia -> moron.
Jadi kalau suatu saat dunia ini udah ancur lebur, cuma satu pesen gue buat kalian semua yang masih hidup.

"Jaga semua genre koleksi gue. Even the hentai ones."

Gue gak peduli pesan itu penting atau gak, tapi sejauh ini, pesan gue cuma itu. *man you're really hopeless*
Nah, oke. Belakangan ini gue lagi tertarik sama cowok poni. Gak, gue lagi gak ngomongin Kangen Band. It has nothing to do with them.
Kyaa! Feels like I want Usui-kun to punish me, like, even forever!!! Kyaa!


My Pheromon

Sebelumnya, gue seneng banget sama Tsuchiya Kouta.
Gak tau kenapa gue suka denger seiyuu (dubber) yang punya aksen suara berat & kaku. Ya, gue memang fetish sejati. Hmm, gue sisipin satu aja ya. Nama jurusnya Voyeur Tricks.


*mimisan*
Sejujurnya, koleksi gue lebih banyak dari yang gue cantumin di sini. Atau bahkan lebih banyak dari dugaan lo-lo-dan-elo.
Sampe jumpa disini dulu, post ini bakal berlanjut di part berikutnya. Salam buat Bapak Ibu dirumah, kalo ada kesempatan bakal gue share beberapa koleksi pribadi Moe gue.
Muahahahahaha

Stuck On The Puzzle

/ /
Nazar gue untuk vakum ternyata gagal total.

Gimana bisa gue vakum, sementara menjelang Ujian Nasional bukannya cenat-cenut kayak bocah lainnya gue malah rileks aja kayak mau ujian baca Al-Fatihah? Bete abis.

Untuk gue yang tidak berpendirian ini, kayaknya lagu dibawah cocok bener mengekspresikan apa yang terjadi sama diri gue belakangan :

I'm not the kind of fool
who's gonna sit and sing to you,
about stars, girl.
But last night I looked up into
the dark half of the blue,
and they'd gone backwards.

Something in your magnetism
must have pissed them off,
forcing them to get an early night.

I have been searching from
the bottom to the top,
for such a sight
as the one i caught when I saw your...

Fingers dimmed in the lights
like your used to being told that you're trouble
and I spent all night
stuck on the puzzle

Nobody I asked
knew how he came to be the one
to whom you surrendered

Any man who wasn't led away
into the other room
stood pretending

But something in your magnetism
hadn't just made him drop
whoever's hand it was that he was holding.

I have been searching
from the bottom to the top,
for such a sight
as the one I caught when I saw your...

Fingers dimmed in the lights,
like your used to being told that you're trouble,
and I spent all night,
stuck on the puzzle.

I tried to swim to the side,
but my feet got caught in the middle,
and I thought I'd seen the light,
but oh, no.
I was just stuck on the puzzle.
Stuck on the puzzle.

I thought this song was just describe my self in general. Alex Turner may not know me that well, but I obviously think like he was watching me from somehow in this earth.
Gue selalu merasa udah melakukan sesuatu dengan benar dari awal, tapi ketika semua itu gagal di tengah-tengah, gue diam dan tidak melakukan apa-apa. I was just stuck on the puzzle.
Gue selalu ingin dan berusaha merasa cukup dengan segala sesuatu yang gue punyain saat ini. Tapi, seperti manusia lainnya pada umumnya, gue enggak bisa. Gue selalu ngerasa apapun yang gue lakuin selama ini seakan belum cukup, seakan gue butuh lebih dan lebih lagi. Bukan secara materi aja, tapi soal naluriah. It feels like... I have nothing to fight, but I thought I was lose from the start.

Dan satu hal yang bener-bener tertera jelas disini, gue bukan orang yang romantis. Sama sekali. Mungkin sama dengan yang Alex gambarkan dengan gamblang di lagu ini, dia nggak suka menunjukkan apapun yang dia rasakan. Dia nggak suka bernyanyi tentang bintang, karena begitu dia melihat benda langit itu, dia sadar kalo keindahannya bersifat maya dan sementara. Dia nggak bodoh, hanya bersikap terlalu naif. Dia bukan Bruno Mars yang kata orang-orang lagunya romantis atau apalah, tapi coba liat analisis gue :

Just The Way You Are. Lagu ini menceritakan tentang ketulusan seorang cowok terhadap ceweknya, tapi nyadar gak sih, dari awal sampai akhir lagu cowok seksi satu ini cuma ngomongin fisik?

Grenade. Menurut gue banyak sekali part dari lagu ini yang agak janggal. Agak lucu nggak sih, kalo misalnya gue translate dari lagu aslinya dan jadinya gini :

Lo tau, gue bakal loncat dari kereta buat lo.
Lo tau, gue akan nangkepin granat. Buat lo nih.
... Tapi, itupun kalo lo kayak gitu juga ke gue. K thanks.

Marry You. Nah, ini lagu yang paling gue suka. Tapi setelah beberapa kali gue denger, ada kata-kata di lagu ini yang enggak gue mengerti. Inilah kata-kata itu :

If we wake up and you wanna break up that's cool
No I won't blame you
It was fun, girl

Ditolak dan diputusin kok fun? Don't you ever feel strange about this? Gue curiga nih cowok satu pengen ngawinin cewek karena MBA.

No hurt feelings there. :)
Gue ngefans juga kok sama Bruno Mars, bahkan gue sempet meringis sedemikian rupa pas gue nggak dapet tiket buat konsernya. Niat hati pengen jihad dan nyari di calo, eh kurang duit. Yasutralah, biar uangnya kusimpan untuk Arctic Monkeys! *teuteup*

Sampai disini perjumpaan kita, kapan-kapan kusambung lagi.

Labels

 
Copyright © 2010 Fluorescent Adolescent, All rights reserved
Design by DZignine. Powered by Blogger